Merupakan kebanggan bagi Sekolah Terpadu Pahoa ketika untuk pertama kalinya, kerja sama siswa-guru-karyawan-alumni sekolah dapat menyelenggarakan ajang Pahoa Fun Sports and Activities (PASS) yang berpuncak pada Mardi Grass Night, September 2019 lalu.
Lebih dari 40 sekolah dari wilayah Jabodetabek menjadi undangan dan menjadi bagian dari pertandingan persahabatan. Pada perhelatan perdana ini, perlombaan diselenggarakan untuk semua jenjang sekolah, mulai dari TK sampai SMA. Ada empat lomba untuk jenjang KB-TK yaitu merangkak, bola keranjang, memindahkan bola, dan lari rintang. Bagi peserta jenjang SD tersedia tiga mata lomba yaitu lari, basket, dan futsal. Jenjang SMP juga tidak kalah seru dengan lomba bulu tangkis, futsal, tenis meja, basket, dan tambahan lomba band dan modern dance bagi jenjang SMA.
Persiapan acara ini telah berlangsung hampir selama satu tahun dan untuk merealisasikannya dibentuk panitia berskala besar. Kurang lebih dari 300 orang yang terdiri dari siswa dan siswi, guru dan karyawan, dan alumni tunas muda bekerja sama mempersiapkan dan mengkoordinasikan segala keperluan acara. Ada kelompok yang bertugas mencari sponsor, koordinator di lapangan, penjualan tiket, penjualan merchandise, publikasi, dan kelompok tugas lainnya. Intensitas pertemuan dan kerja sama yang tinggi membuat anggota panitia yang beragam ini menjadi semakin akrab.
Tidak berhenti sampai pada perlombaan. Sekolah juga ingin meninggalkan kenangan manis bagi sekolah-sekolah sahabat, sekaligus mengakomodir keinginan siswa-siswi dan para alumni muda. Sebagai penutup PASS 2019, diselenggarakan Mardi Gras Night.
“Tema Mardi Gras dipilih karena sejak awal festival ini memiliki nilai-nilai persahabatan, kesetaraan, dan penghargaan,” kata Faustine Valent, Ketua Panitia PASS 2019.
Mardi Gras Night berlangsung pada Sabtu sore, 28 September 2019. Para tamu undangan, pemenang lomba, dan siswa-siswi Pahoa memadati area lapangan belakang Gedung F yang sudah megah dengan panggung acara. Hadirnya banyak stan bazar juga membuat suasana sore itu semakin hidup.
Kemeriahan diawali dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba. Kebanggaan terpancar dari ekspresi wajah para pemenang yang menerima piala dan piagam dari pihak Pahoa. Setelah itu, puncak acara yang paling ditunggu adalah penampilan tiga bintang tamu penyanyi. Penampilan pembuka dipersembahkan oleh Petra Sihombing, lalu disusul oleh Adera. Area depan panggung ramai dengan siswa dan siswi yang menonton pertunjukan. Sebagai penampilan puncak, hadir penyanyi Sheryl Sheinafia yang membuat area depan panggung semakin ramai oleh sebagian besar siswa dan siswi yang mengidolakan pelantun “Sweet Talk” ini. Melihat siswa dan siswi yang semangat bernyanyi dan bersorak sangat menggambarkan kegembiraan mereka. Nampaknya ini menjadi penyegaran di tengah-tengah kesibukan belajar siswa dan siswi.
Amat banyak pengalaman berharga dan nilai-nilai yang bisa dipetik dari penyelenggaraan PASS kemarin. Bagi para peserta lomba, mereka dapat belajar berkompetisi secara sehat dan belajar bersikap sportif. Bagi para panitia, ajang ini menjadi latihan berorganisasi dan mempererat hubungan antara guru-karyawan, siswa-siswi, dan alumni muda sebagai keluarga besar Pahoa.
Dengan banyaknya pengalaman dan nilai-nilai positif yang bisa diperoleh dari acara PASS, rasanya tidak berlebihan jika kita menunggu penyelenggaraannya kembali di tahun-tahun mendatang. (Eilina)